Kedepankan Dialog dan Kekeluargaan, Babinsa Dampingi Penyelesaian Persoalan Irigasi di Kelurahan Beng
Gianyar – Beng, Selasa (2/6/2026),
Mewujudkan keharmonisan dan kerukunan warga kembali ditunjukkan melalui
penyelesaian persoalan lingkungan secara musyawarah di Kantor Lurah Beng,
Kecamatan Gianyar. Babinsa Kelurahan Beng Koramil 1616-01/Gianyar Serka I Made
Sudanta bersama unsur tiga pilar menghadiri kegiatan mediasi terkait
pembongkaran saluran air irigasi dan telajakan subak yang berada di depan lahan
milik warga.
Mediasi tersebut digelar menyusul
laporan yang disampaikan oleh salah seorang petani, Dewa Nyoman Merta, terkait
pembongkaran saluran irigasi oleh Dewa Made Tantra, pemilik lahan yang
berencana memanfaatkan area tersebut sebagai garase. Untuk mencari solusi
terbaik dan menghindari munculnya permasalahan yang lebih luas, pihak Kelurahan
Beng memfasilitasi pertemuan yang menghadirkan seluruh pihak terkait.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut
Lurah Beng I Ketut Artana, Pekaseh Subak Buaji Ketut Badra, pelapor, terlapor,
serta para pemilik lahan dan petani yang berkepentingan terhadap keberadaan
saluran irigasi tersebut.
Dalam forum mediasi, berbagai pandangan
dan masukan disampaikan secara terbuka. Dari hasil pembahasan diketahui bahwa
saluran irigasi yang dipersoalkan selama beberapa waktu terakhir memang sudah
tidak lagi difungsikan secara optimal karena perubahan pola pemanfaatan lahan
di wilayah Subak Buaji. Seiring perkembangan kawasan yang kini lebih banyak
menjadi pemukiman dan lahan perkebunan, kebutuhan akan sistem irigasi
persawahan pun mengalami penurunan. Saat ini hanya tersisa beberapa bidang
lahan yang masih dimanfaatkan untuk kegiatan berkebun.
Meski demikian, demi menjaga
keharmonisan antarwarga serta menghormati kepentingan bersama, seluruh pihak
sepakat mengedepankan penyelesaian secara kekeluargaan. Melalui mediasi yang
berlangsung dalam suasana kondusif tersebut, pemilik lahan menyatakan
kesediaannya untuk mengembalikan saluran air irigasi ke kondisi semula,
sehingga dapat dimanfaatkan kembali sesuai kebutuhan masyarakat.
Kehadiran Babinsa dalam kegiatan ini
merupakan bentuk peran aktif aparat kewilayahan dalam membantu penyelesaian
permasalahan di tengah masyarakat melalui pendekatan dialog dan musyawarah.
Dengan mengedepankan komunikasi yang baik, setiap persoalan dapat diselesaikan
secara damai tanpa menimbulkan konflik berkepanjangan.
Dengan sinergi antara pemerintah
kelurahan, Babinsa, tokoh subak, dan masyarakat, mediasi berjalan lancar serta
menghasilkan kesepakatan yang dapat diterima oleh seluruh pihak, sekaligus
memperkuat semangat gotong royong dan kebersamaan dalam menjaga keharmonisan
lingkungan.
(Pendim 1616/Gianyar)

Komentar
Posting Komentar